Rabu, Jun 29, 2011

Kisah Seekor Kucing

 Seorang penjual daging melihat-lihat suasana di sekitar gerainya. Ia sangat terkejut melihat seekor kucing datang ke samping gerainya. Ia mengusir kucing itu, tetapi kucing itu kembali lagi.

Lalu, dia menghampiri kucing itu dan melihat ada suatu catatan di mulut kucing itu. Dia mengambil catatan itu dan membacanya,
 "Tolong sediakan 12 sosej. Wangnya ada di mulut kucing ini."

Si penjual daging melihat ke mulut kucing itu dan ternyata ada wang RM20 di sana. Segera dia mengambil wang itu, kemudian ia memasukkan sosej ke dalam  plastik dan diletakkan kembali di mulut kucing itu. Si penjual daging berasa sangat hairan dan pelik.

Kebetulan waktu itu adalah waktu tutup gerainya, dia menutup gerainya dan berjalan mengikuti si kucing. Kucing tersebut berjalan menyusuri jalan dan sampai ke tempat melintas jalan. Kucing itu meletakkan  plastiknya, melompat, dan menekan tombol lampu isyarat melintas jalan, kemudian menunggu dengan sabar dengan plastik di mulut, sambil menunggu lampu isyarat berwarna hijau. Setelah lampu menjadi hijau, ia menyeberang sementara si penjual daging mengikutinya.

Kucing tersebut kemudian sampai ke perhentian bas, dan mulai melihat "jadual perjalanan bas". Si penjual daging kagum melihatnya. Si kucing melihat "jadual perjalanan bas" dan kemudian duduk di salah satu bangku yang disediakan. Sebuah bas datang, si kucing menghampirinya dan melihat nombor bas, kemudian kembali ke tempat duduknya.
Sekali lagi bas lainnya datang. Sekali lagi si kucing menghampiri dan melihat nombor basnya. Setelah melihat bahawa bas tersebut adalah bas yang betul, si kucing naik. Si penjual daging, dengan kekagumannya mengikuti kucing itu dan naik bas tersebut juga.

Bas berjalan meninggalkan kota, menuju ke pinggiran kota. Si kucing melihat pemandangan sekitar. Akhirnya ia bangun dan bergerak ke depan bus, ia berdiri dengan 2 kakinya dan menekan loceng agar bas berhenti. Kemudian ia ke luar, plastik masih tergantung di mulutnya.

Kucing tersebut berjalan menyusuri jalan sambil diikuti si penjual daging. Si kucing berhenti pada suatu rumah, ia berjalan menyusuri jalan kecil dan meletakkan  plastik pada salah satu anak tangga.

Kemudian, ia undur, berlari, dan menghempaskan dirinya ke pintu. Ia undur lagi, dan melakukan sekali lagi perbuatan tadi. Tidak ada jawapan dari dalam rumah, jadi si kucing kembali melalui jalan kecil, melompati tembok kecil, dan berjalan sepanjang batas kebun tersebut. Ia menghampiri jendela dan menggetukkan kepalanya beberapa kali pada cermin jendela itu. Kemudian ia melompat balik, dan menunggu di pintu.

Si penjual daging melihat seorang lelaki tinggi besar membuka pintu dan mulai menyeksa kucing tersebut, menendangnya, memukulinya, serta memarahinya. Si penjual daging berlari untuk menghentikan perbuatan lelaki tersebut,

"Apa yg kau lakukan? Kucing ini adalah kucing yang pintar. Ia boleh jadi terkenal jika masuk TV kerana kecerdikannya."

Lelaki itu menjawab, "Kau kata kucing ini pintar? Dalam minggu ini sudah dua kali kucing bodoh ini lupa membawa kuncinya!"

Moral Ceritanya

      Cerita ini sering terjadi dalam kehidupan kita. Banyak orang yang tidak pernah puas dengann apa yang telah mereka dapat. Seringkali kita tidak menghargai orang bawahan kita yang telah bekerja dengan setia selama bertahun-tahun.  Kita selalu menonjolkan kesalahan dan kelemahan tanpa melihat kelebihan dan jasa orang lain.

1 ulasan: