Rabu, Jun 29, 2011

Cerita Perangkap Tikus



Dalam sebuah kampong, tinggal seorang petani bersama isterinya. Rumah mereka terletak di hujung kampong berdekatan dengan hutan. Petani itu memelihara binatang ternakan seperti ayam, itik, kambing dan lembu.

Suatu hari, petani pulang dari dari pasar selepas membeli keperluan harian. Dia membeli berbagai barang termasuklah perangkap tikus. Sang Tikus yang berada di atas bumbung rumah terkejut bukan kepalang bila melihat perangkap tikus yang dibawa oleh petani itu. Tanpa berlengah, Sang Tikus berlari ke kandang ternakan dan berteriak,

 “Ada perangkap tikus di rumah!.. di rumah sekarang ada perangkap tikus!!”jerit Sang Tikus.

Sang Tikus berjumpa dengan ayam dan berkata ,“Ada perangkap tikus”

 “Oh  Tikus….aku turut bersedih, tapi itu tidak ada kaitan terhadap diriku” kata ayam dengan selamba.

Sang Tikus lalu pergi pula menemui seekor kambing sambil berteriak,
“Tuan rumah dah beli perangkap tikus!”

Lalu Sang Kambing pun berkata,“Aku turut bersimpati.. . tapi maaf, tidak ada yang boleh aku lakukan”.
Sang Tikus berlari  pula menemui Sang Lembu dan berkata, “ Dalam rumah sekarang sudah ada perangkap tikus”.

“Maafkan aku..tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali” jawab Sang Lembu.

Tanpa putus asa, Sang Tikus berlari ke hutan dan bertemu Ular dan berkata perkara yang sama.

 “Ahhh…Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku” jawab Sang Ular dengan sombongnya.


Akhirnya Sang Tikus kembali ke rumah dengan pasrah bahawa dia  akan menghadapi bahaya itu bersendirian.

Suatu malam, pemilik rumah terbangun apabila mendengar bunyi kuat dari  perangkap tikusnya. 
“Hah..perangkap aku dah mengena” kata tuan rumah itu memberitahu isterinya.
Namun dia terkejut ketika melihat perangkap tikusnya, rupanya seekor ular berbisa telah terkena perangkap itu. Ekor ular yang tersepit membuatnya semakin ganas dan menyerang isteri petani itu. Walaupun sang Suami dapat membunuh ular tersebut, namun ular itu sempat mematuk kaki isterinya . Bisa ular itu telah menjalar dalam tubuh isterinya.

Setelah beberapa hari di hospital, sang isteri sudah boleh pulang. Namun selang beberapa hari kemudian sang isteri telah demam dan suhu badannya tak turun-turun juga. Atas cadangan saudara maranya, dia membuatkan isterinya sup ayam untuk menurunkan demamnya.

Semakin hari bukannya semakin sembuh, tetapi semakin tinggi demam isterinya. Seorang jirannya  menyarankan supaya makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya.
Malang sungguh..isterinya masih tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.
Ramai sekali orang datang menziarahi isterinya sehingga ia harus menyembelih lembunya untuk memberi makan orang-orang yang datang.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu.

Moral ceritanya
Sekiranya kita mendengar seseorang sedang dalam kesusahan dan kesulitan , kalaulah anda menganggap itu bukan urusan anda, maka pikirkanlah sekali lagi.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan